Lirik Khatimah Cinta – 6ixth Sense Oh kidung malam nyanyikan lagu Rindu hatiku yang terpendam Oh bintang malam lukis wajahku Katakan aku pergi Genggamlah cinta yang ku berikan Simpanlah selalu dalam hati Ku akan selalu dalam mimpimu Menemani tidurmu Sudahlah sudah Ku harus pergi Jangan kau tangisi aku lagi Biarku bawa seluruh cintamu Ku dakap
bapa budak dua orang tu.. (kat sini) Kalau berpacaran memang banyak pantang larang Menjaga susila ibu bapa adik abang Apabila berdua carilah tempat yang terang Agar tidak pula mencoba aksi terlarang Boleh pandang-pandang jangan pegang-pegang Duduk renggang-renggang bertambah sayang Biar malu-malu biar segan-segan Kerna malu itu perisai orang beriman
Twitter memang dapat mempengaruhi. Semalam tengok beberapa kawan bertweet-tweet mengenai episod akhir Sumpah Bunian. Saya tergoda dan terpesona dengan pengiklan tak rasmi di twitter! memang betul kata Megat, kalau tak ikut dari awal memang agak blur tetapi rasanya saya boleh faham. Tak adalah sesat … Bagaimana – Enava feat Marnee (Ost Sumpah Bunian)
Ku menatap dalam kelam Tiada yang bisa kulihat Selain hanya namaMu, Ya Allah Esok ataukah nanti Ampuni semua salahku Lindungi aku dari segala fitnah Kau tempatku meminta Kau beriku bahagia Jadikan aku selamanya HambaMu yang selalu bertaubat Ampuniku Ya Allah Yang sering melupakanMu Saat Kau limpahkan kurniaMu Dalam sunyi aku bersujud © Kujie – Tadi
Translate the lyrics for Loso –ซมซาน (Som Sarn) I’ve never seen anyone like you ever since the day I’m born I sleep dreaming and fantasizing pictures of you keep haunting me every night Whenever I fall asleep, I wanna sleep and never wake up Likewise, I’d see you at a point in the distant
Sebelum bertemu denganmu hidupku bahagia Semenjak bertemu denganmu ku makin bahagia Semakin lama aku semakin tahu tentang engkau Sedikit kecewa ternyata engkau tak baik Pertama-tama semua manis yang engkau berikan Membuat aku merasakan cinta sebenarnya Semakin hari semakin terungkap yang sesungguhnya Ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta Maafkan ku harus pergi Ku tak suka
Those Were the Days – Mary Hopkin – Year: 1968 Once upon a time there was a tavern… Where we used to raise a glass or two Remember how we laughed away the hours… And dreamed of all the great things we would do? Those were the days my friend We thought they’d never end
Mamaku ada berkata Jangan resami burung lelayang Mencabar awan yang tinggi Tak jejak bumi Mamaku turut berkata Gerak hatimu harus kau nilai Kerana perbuatanmu Menjadikanmu Sumbangkah andainya aku Sampaikan oh padamu Apakah kau merasa Seperti kucuba merubah dirimu Mamaku ada berkata Cuba ikuti akan sang lebah Sengatnya hanya diguna Bila terpaksa Namun ku tetap menyintai

